Gallery

KUMPULAN GAMBAR KALIGRAFI ISLAMI

This gallery contains 30 photos.


  Di dalam seni rupa Islam, tulisan arab seringkali dibuat kaligrafi. Biasanya isinya disadur ayat-ayat Al-qur’an. Bentuknya bermacam-macam, tidak selalu pena diatas kertas, tetapi seringkali juga ditatahkan di atas logam atau kulit. Berikut beberapa contoh tulisan kaligrafi…                                             … Continue reading

Waktu Do’a yang Diijabah


Bismillah

12 waktu yang istimewa untuk berdo’a diijabah.Waktu yang tepat untuk berdo`a dan mustajabah. Semua Do’a pasti ingin di kabulkan,namun sebetulnya menurut para ulama ada beberapa waktu yang sangat di anjurkan dan mustajabah untuk berdo`a. mau tahu waktu-waktu mana saja yang mustajabah untuk berdo’a ? silahkan lanjutkan dan simak beberapa Waktu Mustajabah untuk berdo`a dibawah ini, Hanya di Around Our Live :


Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

1. Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. =HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Abi ‘Ashim=

2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra. bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda. Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak. =HR. Ibnu Majah dan Hakim=

3. Setiap Selepas Shalat Fardhu.

Dari Abu Umamah ra, sesungguhnya Rasulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu. =HR. Tirmidzi=

4. Pada Saat Adzan dan Perang Berkecamuk.

Dari Sahl bin Sa’ad ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk”. =HR. Abu Daud, Al-Baihaqi dan Hakim=
Dari Abdullah bin Amar bin Ash ra, bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda: “Jika kalian mendengar orang yang adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan dan bershalawatlah untukku karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah (kedudukan mulia di surga) untukku, karena ia adalah suatu kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap semoga akulah hamba itu, maka barangsiapa yang memohon untukku wasilah itu, maka ia berhak mendapatkan syafa’at.” =HR. Muslim=

Dari Jabir Bin Abdillah ra. bahwa Rasul saw bersabda:
“Barang siapa yang mengatakan setelah mendengar seruan adzan -“Ya Allah! Tuhan pemilik adzan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah dan fadhilah dan bangkitkanlah ia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan untuknya- halallah ia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat”. =HR. Bukhari=

5. Sesaat Pada Hari Jum’at.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Abul Qasim saw bersabda. Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. =HR. Muttafaqun Alaihi=
Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

6. Bangun Malam, Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah.

Dari Muad bin Jabal ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. =HR. Ibnu Majah=
Terbangun tanpa sengaja pada malam hari. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190) Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.

7. Doa Diantara Adzan dan Iqamah.

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. =HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi=


8. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. =HR. Muslim=

Dalam riwayat lain.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Yang paling dekat seorang hamba pada Rabbnya ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah kalianlah berdoa. =HR. Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad=

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

9. Pada Saat Sedang Kehujanan.
Dari Sahl bin Sa’ad ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan. =HR. Al-Hakim=

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

10. Pada Saat Musibah Kematian.

Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah saw mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda. Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”…. =HR. Muslim=

11. Pada Malam Lailatul Qadar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. =Qs. Al-Qadr 97: 3-5=

Imam Asy-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

12. Doa Pada Hari Arafah.

Do’a-Do’a Islami


ImageMembaca do’a dalam kegiatan sehari-hari sangat penting, semoga dengan membaca do’a Allah Swt.memberikan ridho_Nya disetiap Langkah kita.

Berikut beberapa do’a sehari-hari yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-hadits

Do’a Permohonan Istiqomah dalam Petunjuk

 

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُو بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْـتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

 

Artinya : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia” (QS Ali Imran ayat 8)

ATAU

رَبَنَآ آتِـنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّءْ لَنَامِنْ اَمْرِنَا رَشَدَا

 

Artinya : “Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami dari sisi Mu dan sempurnkanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.

 

Do’a Permohonan Menjadi Orang Yang Bersyukur

 

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَـكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضَاهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّـتِيْ إِنِّيْ تُبْتُ إِلَـيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

 

Artinya : “Ya Tuhanku, Ilhamkanlah (berilah dorongan dan kekuatan) kepadaku untuk aku mensyukuri nikmat-nikmat Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orangtua ku dan agar aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah diriku pada keluargaku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Mu dan sesungguhnya aku dari golongan orang-orang yang berserah diri” (QS Al Ahqaf ayat 15)

ATAU

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَـكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضَاهُ وَآدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِـكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصَّالِحِـيْنَ

 

Artinya : “Ya Tuhanku, Ilhamkanlah (berilah dorongan dan kekuatan) kepadaku untuk aku mensyukuri nikmat-nikmat Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orangtua ku dan agar aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat Mu ke dalam hamba-hamba yang sholeh.

 

Do’a Permohonan Diberi Keluarga yang Bahagia

 

رَبَّنَا هَبْ لَنَ مِنْ أَزْوَاجِـنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةً أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

 

Artinya : “Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami, istri kami, anak cucu kami yang menjadi penyejuk kepada mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS Al Furqon ayat 74)

 

Doa pagi dan sore (dibaca 3x)

 

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الاَّرْضِ وَلاَفِيْ السَّمَاءِ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْـمُ

 

Artinya : “Dengan nama ALLAH yang bersama nama Nya, tidak ada sesuatu apapun di bumi dan di langit yang bisa mencelakakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

 

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّـامَّاتِ مِنْ شَرِّمَاخَلَقَ

 

Artinya : Aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna, dari segala keburukan/kejahatan apa-apa yang tercipta.

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبَّا وَبِالإِّسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدِ نَّبِيَّا

 

Artinya : “Aku ridho ALLAH sebagai Tuhan dan Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi”

 

Do’a Berlindung Dari Kebingungan, Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan dan Terjerat Hutang

 

اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

 

Artinya : “Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada Mu dari ketakutan dan kebakhilan, dan aku berlindung kepada Mu dari terlilit hutang dan dikuasai orang”.

 

Do’a Berlindung Dari Ilmu yang tidak bermanfaat, Hati yang tidak Khusyu’, Jiwa yang tidak pernah puas dan Do’a yang tidak terkabul.

 

اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسِ لاَ تَـشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يَسْـتَجَابُ لَهَا

 

Artinya : “Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak terkabulkan.”

 

Do’a Permohonan Diperbaiki dan Dibereskan Segala Urusan Hidup

 

اَلَّلهُمَّ أَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ وَأَصْلِحْ لِيْ دُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ وَاَصْلِحْ لِيْ آخِرَتِيْ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ

خَيْرٍ وَاجْعَلْ المَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرِّ

 

Artinya : “Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pokok semua urusanku. Perbaikilah duniaku yang padanya tempat kehidupanku, Perbaikilah akhiratku yang kepadanya tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan sebagai bekal bagiku dalam kebaikan. Dan jadikanlah kematian bagiku sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan”.

 

Do’a Ketika Sakit atau Menjenguk Orang Sakit

 

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَـأْسَ اَشْفِ أَنْتَـشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءًلاَ يُغَادِرُ سَقَـمًا

 

Artinya: “Ya Allah, Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran atau penyakit itu dan sembuhkanlah ia Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi.

 

 

Do’a Dimudahkan Menuntut Ilmu

 

رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا

 

Artinya : “Ya ALLAH, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizki dan kefahaman”.

 

Do’a Diberikan Anak Yang Sholeh

 

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

 

Artinya : “Ya ALLAH, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk golongan orang-orang yang sholeh”.

Kumpulan do’a Sehari-hari


Do’a sehari-hari Islami

1.Do’a Sebelum Makanghj

الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.

 

Artinya : Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR. Ibnu as-Sani)

2. Do’a Sesudah Makan

الْحَمْـدُ للهِ الَّذي أَطْعَمَنـا وَسَقَانَا وَجَعَلْنَا مُسْلِمِينَ

Alhamdulillahilladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiina

Artinya : Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR. Abu Daud)

Alhamdulilaahilladzi ath’amanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwwatin.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan melipahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3. Do’a Sebelum Tidur

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ

Bismikallahhumma ahyaa wa amuutu.

Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Do’a Sesudah Bangun Tidur

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuuru

Artinya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya-lah kami akan kembali (HR. Bukhari)

5.Do’a Terkejut Bangun Dari Tidur

أَعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقاَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَ أَنْ يَّخْأَضَُرُونِ

A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min ghadhabihi wa iqoobihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuni

Artinya : Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dan akibatnya dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi)

12. Do’a Masuk Rumah

Assalaamu ‘alaynaa wa ‘ alaa ‘ibaadillahish shaalihiina. Allaahumma innii as-aluka khayral mawliji wa khayral makhraji. Bismillahi walajnaa wa bismillaahi kharahnaa wa ‘alallahi tawakkalnaa, alhamdulilaahil ladzii awaanii.

Artinya : Semoga Allah mencurahkan keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shalih. Ya Allah, bahwasanya aku memohon pada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluarku. Dengan menyebut nama-Mu aku masuk, dan dengan mneyebut nama Allah aku keluar. Dan kepada Allah Tuhan kami, kami berserah diri. Segala puji bagi Allah yang telah melindungi kami. (HR. Abu Daud)

6. Do’a Keluar Rumah

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

7. Do’a Masuk Masjid
اللهم افتح لي أبواب رحـمتك

Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya : Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (h.r. Muslim)

8. Do’a Keluar Masjid

اللهم إنـي أسألك من فضلك

Allaahumma innii as’aluka min fadhlika

Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa’I dan Ibnu Majah)

9. Do’a Masuk WC

اَللّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَالْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Allaahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaa’itsi.

Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan betina. (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Do’a Keluar WC

Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annjil adzaa wa’aafaanii.

Artinya : Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakitku dan telah menyembuhkan/menyelamatkanku. (HR. Abu Daud)

Sumber :

Asuhan Keperawatan pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)


Berikut ini ane memposting tugas yang pernah ane buat pada mata kuliah Dokumentasi Keperawatan yakni tentang Askep DHF pada pasien anak.

Semoga bermanfaat…

 

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. KONSEP DASAR

 

1. Pengertian

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).
Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman, 1990).

DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir, Patrick manson, 2001).

 

2. ETIOLOGI

  1. Virus dengue sejenis arbovirus.
  2. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC.
    Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.

3.PATOFISIOLOGI

Fenomena patologis yang utama pada penderita DHF adalah meningkatnya permeabilitas dinding kapiler yang mengakibatkan terjadinya perembesan plasma ke ruang ekstra seluler.

Hal pertama yang terjadi stelah virus masuk ke dalam tubuh adalah viremia yang mengakibatkan penderita mengalami demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal-pegal diseluruh tubuh, ruam atau bintik-bintik merah pada kulit (petekie), hyperemia tenggorokan dan hal lain yang mungkin terjadi seperti pembesaran kelenjar getah bening, pembesaran hati (Hepatomegali) dan pembesaran limpa (Splenomegali).

Peningkatan permeabilitas dinding kapiler mengakibatkan berkurangnya volume plasma, terjadi hipotensi, hemokonsentrasi, dan hipoproteinemia serta efusi dan renjatan (syok).

Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit > 20 %) menunjukkan atau menggambarkan adanya kebocoran (perembesan) plasma sehingga nilai hematokrit menjadi penting untuk patokan pemberian cairan intravena.
Adanya kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler dibuktikan dengan ditemukannya cairan yang tertimbun dalam rongga serosa yaitu rongga peritoneum, pleura, dan pericard yang pada otopsi ternyata melebihi cairan yang diberikan melalui infus.

Setelah pemberian cairan intravena, peningkatan jumlah trombosit menunjukkan kebocoran plasma telah teratasi, sehingga pemberian cairan intravena harus dikurangi kecepatan dan jumlahnya untuk mencegah terjadinya edema paru dan gagal jantung, sebaliknya jika tidak mendapatkan cairan yang cukup, penderita akan mengalami kekurangan cairan yang dapat mengakibatkan kondisi yang buruk bahkan bisa mengalami renjatan.

Jika renjatan atau hipovolemik berlangsung lama akan timbul anoksia jaringan, metabolik asidosis dan kematian apabila tidak segera diatasi dengan baik. Gangguan hemostasis pada DHF menyangkut 3 faktor yaitu : perubahan vaskuler, trombositopenia dan gangguan koagulasi. Pada otopsi penderita DHF, ditemukan tanda-tanda perdarahan hampir di seluruh tubuh, seperti di kulit, paru, saluran pencernaan dan jaringan adrenal.

4. Klasifikasi DHF

WHO, 1986 mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan, yaitu :

Derajat I

Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas 2-7 hari, Uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi.

Derajat II

Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi.

 

 

Derajat III

Ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat ( >120x/mnt ) tekanan nadi sempit ( £ 120 mmHg ), tekanan darah menurun, ( 120/80 ® 120/100 ® 120/110 ® 90/70 ® 80/70 ® 80/0 ® 0/0 )

Derajat IV

Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak teatur ( denyut jantung ³ 140x/mnt ) anggota gerak teraba dingin, berkeringat dan kulit tampak biru.

 

5. Tanda dan gejala

  1. Demam tinggi selama 5 – 7 hari.
  2. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.
  3. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.
  4. Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.
  5. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.
  6. Sakit kepala.
  7. Pembengkakan sekitar mata.
  8. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
  9. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).

6.Gambaran Klinis

Gambaran klinis yang timbul bervariasi berdasarkan derajat DHF dengan masa inkubasi anatara 13 – 15 hari, tetapi rata-rata 5 – 8 hari. Gejala klinik timbul secara mendadak berupa suhu tinggi, nyeri pada otot dan tulang, mual, kadang-kadang muntah dan batuk ringan. Sakit kepala dapat menyeluruh atau berpusat pada daerah supra orbital dan retroorbital. Nyeri di bagian otot terutama dirasakan bila otot perut ditekan. Sekitar mata mungkin ditemukan pembengkakan, lakrimasi, fotofobia, otot-otot sekitar mata terasa pegal.
Eksantem yang klasik ditemukan dalam 2 fase, mula-mula pada awal demam (6 – 12 jam sebelum suhu naik pertama kali), terlihat jelas di muka dan dada yang berlangsung selama beberapa jam dan biasanya tidak diperhatikan oleh pasien.
Ruam berikutnya mulai antara hari 3 – 6, mula – mula berbentuk makula besar yang kemudian bersatu mencuat kembali, serta kemudian timbul bercak-bercak petekia. Pada dasarnya hal ini terlihat pada lengan dan kaki, kemudian menjalar ke seluruh tubuh.

Pada saat suhu turun ke normal, ruam ini berkurang dan cepat menghilang, bekas-bekasnya kadang terasa gatal. Nadi pasien mula-mula cepat dan menjadi normal atau lebih lambat pada hari ke-4 dan ke-5. Bradikardi dapat menetap untuk beberapa hari dalam masa penyembuhan.

Gejala perdarahan mulai pada hari ke-3 atau ke-5 berupa petekia, purpura, ekimosis, hematemesis, epistaksis. Juga kadang terjadi syok yang biasanya dijumpai pada saat demam telah menurun antara hari ke-3 dan ke-7 dengan tanda : anak menjadi makin lemah, ujung jari, telinga, hidung teraba dingin dan lembab, denyut nadi terasa cepat, kecil dan tekanan darah menurun dengan tekanan sistolik 80 mmHg atau kurang.

7. Diagnosis

Patokan WHO (1986) untuk menegakkan diagnosis DHF adalah sebagai berikut :
a. Demam akut, yang tetap tinggi selama 2 – 7 hari kemudian turun secara lisis demam disertai gejala tidak spesifik, seperti anoreksia, lemah, nyeri.
b. Manifestasi perdarahan :
1)Uji tourniquet positif
2)Petekia, purpura, ekimosis
3)Epistaksis, perdarahan gusi
4)Hematemesis, melena.
c. Pembesaran hati yang nyeri tekan, tanpa ikterus.
d. Dengan atau tanpa renjatan.
Renjatan biasanya terjadi pada saat demam turun (hari ke-3 dan hari ke-7 sakit ). Renjatan yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis buruk.
e. Kenaikan nilai Hematokrit / Hemokonsentrasi

8. Pemeriksaan Diagnostik

Laboratorium
Terjadi trombositopenia (100.000/ml atau kurang) dan hemokonsentrasi yang dapat dilihat dan meningginya nilai hematokrit sebanyak 20 % atau lebih dibandingkan nila hematokrit pada masa konvalesen. Pada pasien dengan 2 atau 3 patokan klinis disertai adanya trombositopenia dan hemokonsentrasi tersebut sudah cukup untuk klinis membuat diagnosis DHF dengan tepat.

Juga dijumpai leukopenia yang akan terlihat pada hari ke-2 atau ke-3 dan titik terendah pada saat peningkatan suhu kedua kalinya leukopenia timbul karena berkurangnya limfosit pada saat peningkatan suhu pertama kali.

9. Diagnosa Banding

Gambaran klinis DHF seringkali mirip dengan beberapa penyakit lain seperti :

a.Demam chiku nguya.

Dimana serangan demam lebih mendadak dan lebih pendek tapi suhu di atas 400C disertai ruam dan infeksi konjungtiva ada rasa nyeri sendi dan otot.

b.Demam tyfoid

Biasanya timbul tanda klinis khas seperti pola demam, bradikardi relatif, adanya leukopenia, limfositosis relatif.

c.Anemia aplastik

Penderita tampak anemis, timbul juga perdarahan pada stadium lanjut, demam timbul karena infeksi sekunder, pemeriksaan darah tepi menunjukkan pansitopenia.

d.Purpura trombositopenia idiopati (ITP)

Purpura umumnya terlihat lebih menyeluruh, demam lebih cepat menghilang, tidak terjadi hemokonsentrasi.

10. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai berikut :

a.Tirah baring atau istirahat baring.

b.Diet makan lunak.

c.Minum banyak (2 – 2,5 liter/24 jam) dapat berupa : susu, teh manis, sirup dan beri penderita sedikit oralit, pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF.

d.Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat, NaCl Faali) merupakan cairan yang paling sering digunakan.

e.Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi, pernafasan) jika kondisi pasien memburuk, observasi ketat tiap jam.

f.Periksa Hb, Ht dan trombosit setiap hari.

g.Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen.

h.Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder.

i.Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi keadaan umum, perubahan tanda-tanda vital, hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk.

  • Pengawasan tanda – tanda Vital secara kontinue tiap jam

1.    Pemeriksaan Hb, Ht, Trombocyt tiap 4 Jam

2.    Observasi intike – output

3.    Pada pasien DHF derajat I : Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap 3 jam , periksa Hb, Ht, Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari, beri kompres

4.    Pada pasien DHF derajat II : Pengawasan tanda vital, pemeriksaan Hb, Ht, Thrombocyt, perhatikan gejala seperti nadi lemah, kecil dan cepat, tekanan darah menurun, anuria dan sakit perut, beri infus.

5.    Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur, posisi semi fowler, beri O2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit, pasang cateter, observasi produksi urine tiap jam, periksa Hb, Ht dan thrombocyt.

  • Resiko Perdarahan

1.    Obsevasi perdarahan : Pteckie, Epistaksis, Hematomesis dan melena

2.    Catat banyak, warna dari perdarahan

3.    Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan Tractus Gastro Intestinal

3.    Peningkatan suhu tubuh

1.    Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik

2.    Beri minum banyak

3.    Berikan kompres

k.Bila timbul kejang dapat diberikan Diazepam.

Pada kasus dengan renjatan pasien dirawat di perawatan intensif dan segera dipasang infus sebagai pengganti cairan yang hilang dan bila tidak tampak perbaikan diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran sebanyak 20 – 30 ml/kg BB.

Pemberian cairan intravena baik plasma maupun elektrolit dipertahankan 12 – 48 jam setelah renjatan teratasi. Apabila renjatan telah teratasi nadi sudah teraba jelas, amplitudo nadi cukup besar, tekanan sistolik 20 mmHg, kecepatan plasma biasanya dikurangi menjadi 10 ml/kg BB/jam.

Transfusi darah diberikan pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal yang hebat. Indikasi pemberian transfusi pada penderita DHF yaitu jika ada perdarahan yang jelas secara klinis dan abdomen yang makin tegang dengan penurunan Hb yang mencolok.

Pada DBD tanpa renjatan hanya diberi banyak minum yaitu 1½-2 liter dalam 24 jam. Cara pemberian sedikit demi sedikit dengan melibatkan orang tua. Infus diberikan pada pasien DBD tanpa renjatan apabila :

a.Pasien terus menerus muntah, tidak dapat diberikan minum sehingga mengancam terjadinya dehidrasi.

b.Hematokrit yang cenderung mengikat.

10.Komplikasi

Komplikasi Tatalaksana syok yang tidak adekuat akan menimbulkan komplikasi asidosis metabolik, hipoksia, perdarahan gastrointestinalhebat dengan prognosis buruk. Sebaliknya dengan pengobatan yangtepat (termasuk syok berat) segera terjadi masa penyembuhan dengancepat.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN KASUS

B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

  1. a.      PENGKAJIAN
    1. 1.      Identitas

a)      Identitas Klien

Nama                           : An “S”

Umur                           : 5 Tahun

Jenis Kelamin              : Laki-Laki

Agama                         : Islam

Bahasa                         : Indonesia

Alamat                                    : Jl. Merdeka

Tanggal MRS              : 1 Desember 2012

Tanggal Pengkajian     : 4 Desember 2012

b)     Identitas Penanggung Jawab

Nama                           : Tn “A”

Pendidikan                  : S1

Umur                           : 27 Tahun

Pekerjaan                     : Pegawai Swasta

Alamat                                    : Jl. Merdeka

Hub. Dengan pasien    : Ibu Kandung

  1. 2.      Riwayat Kesehatan

a)      Keluhan Utama

Ibu pasien mengatakan demam sejak 6 hari yang lalu,

b)      Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu pasien mengeluh demam Sakit kepala, panas dan tidak nafsu makan.dan lemah sejak 6 hari yang lalu, pasien di minumkan obat penurun panas namun tidak ada perbaikan. Setelah 3 hari panas pasien turun namun pasien mengeluh sakit pada perut disertai dengan BAB cair. Saat ini pasien mengeluh sulit makan, mual, muntah, batuk dan pilek.

c)      Riwayat kesehatan masa lalu

Keluarga pasien mengatakan sebelumnya pasien belum pernah dirawat di Rumah Sakit.

d)     Riwayat kesehaan keluarga

Keluarga pasien mangatakan bahwa dalam keluarganya, tidak ada yang pernah mengalami penyakit seperti yang diderita oleh pasien sekarang.

3. ACTIFITAS DAILY LIVING

No Jenis aktifitas Dirumah Dirumah sakit
1 Nutrisi

  • Makan
    • Frekuensi
    • Jenis Makanan
    • Porsi makan
    • Kesulitan
  • Minum
    • Frekuensi
    • Jenis air minum
    • Kesulitan
Nasi

3 x/hari

Nasi

1 porsi

Tidak ada

8 gelas/hari

Air putih

Tidak ada

Bubur

3x/hari

Bubur

1/3 porsi

Mual

4 gelas/hari

Air putih

Mual

2 Persona Hyginie

  • Frekuensi mandi
  • Sikat gigi
  • Frekuensi keramas
2 x/hari

2 x/hari

3 x/minggu

2 x / hari

2 x / hari

Tidak pernah

3 Eliminasi

  • Eliminasi Fecal

Warna Feses

Konsistensi Feses

Kelainan

Frekuensi

  • Eliminasi Urine

Konsistensi Urine

Kelainan

Kuning

Lembek

Tidak ada

2 x / hari

Cair

Tidak ada

Kuning

Lembek

Tidak ada

Tidak tentu

Cair

Tidak ada

4 Istirahat /Tidur

  • Mulai tidur
  • Lamanya tidur
  • Sering terjaga
Pukul 21.00 WIB

8 jam

Tidak terjaga

Tidak tentu

Tidak tentu

Sering terjaga

 

4. Keadaan Umum

  • Tingkat Kesadaran            : Compos metis
  • Tanda-tanda Vital (Selasa 4 Desember 2012)

Temperatur            : 38֬C (normalnya = 36.5 – 37.2)

Puls                       : 98 x/m

Respirasi                : 24 x/m

Berat

  • Penampilan Umum: Bersih

 

5. Pemeriksaan Fisik

  • Kulit
    • Warna Kulit          : Sawo Matang
    • Tekstur Kulit         : Turgor Jelek
  • Kuku
    • Keadaan kuku       :Normaldan bersih
    • Warna                    : Merah muda
  • Kepala
    • Bentuk                              : Simetris dan Oval
    • Keadaan rambut                :Bersih, warna rambut hitam + putih    menyebar
    • Kulit kepala                        : Bersih

 

  • Mata
    • Sklera                                : Anikterik
    • Konjungntifa                     : Ananemis
    • Reflek cahaya                   : Baik, di tandai dengan bereaksi apabila disoroti dengan cahaya.
    • Pupil                                  : Baik
    • Hidung
      • Fungsi penciuman             : baik, terbukti pasien dapat mencium bau obat.
      • Bentuk                              : terlihat simetris
      • Kelainan                            : tidak ada
      • Serumen                            : tidak ada
  • Telinga
    • Fungsi pendengaran          : baik, pasien bisa berkomunikasi dengan ibunya
    • Bentuk                              : Simetris
    • Keadaan                            : bersih
    • Kelainan                            : tidak ada
    • Serumen                            : tidak ada
  • Mulut
    • Fungi pengecapan       : baik, terbukti dengan pasien dapat membedakan rasa asin (garam), manis (gula)
    • Kebersihan gigi dan    : Bersih dan lembab

Mulut

  • Kelainan bibir              : tidak ada
  • Warna lidah                 : Merah muda
  • Bentuk lidah               : Simetris
  • Dada dan paru-paru
    • Bentuk                        : Simetris
    • Frekuensi nafas           : normal (24 x/m)
    • Pola nafas                    : teratur
    • Kelainan                      : tidak ada
  • Abdomen
    • Bentuk                         : Simetris
    • Nyeri Tekan                : setelah dipalpasi ada nyeri tekan
  • Ekstremitas
    • Atas                             : Terpasang infusan RL ditangan sebelah kiri (20 x/m)
    • Bawah                         : Dapat bergerak secara bebas
  • Kekuatan Otot
    • Reflek bisep          : baik, ketika diberi pukulan refleks hammer langsung bergerak refleks ke atas.
    • Reflek trisep          : baik, ketika diberi pukulan refleks hammer langsung bergerak refleks ke samping
    • Reflek patella        : baik, ketika diberi pukulan refleks hammer langsung bergerak refleks ke depan.
    • Reflek Babynski   : baik, ketika diberi pukulan refleks menarik kaki langsung bergerak ke arah pasien

 

  1. 7.      DATA PENUNJANG
  • Pemeriksaan Labolatorium
No Tanggal Jenis Pemeriksaan Hasil Hasil normal
1 6 Februari 2011
  • Haemoglobin
  • Leukosit
  • Haemotokrit
  • Thrombosit

 

14,0 gr%5.400/mm3

31,2

130.000

12-16 gr %4000-10000/mm3

37-47 %

150000-450000/mm3

 

  • Program Terapy
No. Tanggal Jenis Terapy Ukuran
1 4 Desember 2012 Antrainsanmol

Infus RL

2  x ½ amp2  x ½ oral

20 ggt/menit

2 5 Desember 2012 Antrainsanmol

Ranitidhin

Infus RL

2  x ½  Amp2  x ½  oral

2  x 0.5 cc

20 gtt / menit

3 6 Desember 2012 Antrainsanmol

Ranitidhin

Infus RL

2  x ½  Amp2  x ½  oral

2  x 0.5 cc

20 gtt / menit

4 7 Desember 2012 Antrainsanmol

Ranitidhin

Infus RL

2  x ½  Amp2  x ½  oral

2  x 0.5 cc

20 gtt / menit

III.2 Analisa Data

No Data Etilogi Masalah
1 DS:-keluarga pasien mengatakan badannya panas sudah 6 hari

DO:

–  Suhu tubuh 38C pada saat di palpasi panas

Proses insfeksi Peningkatan suhu tubuh
2 DS :-keluarga pasien mengatakan tidak suka minum.

DO :

– pasien terlihat lemas

 

Peningkatan suhu tubuh Kurangnya cairan dan elektrolit
3 DS :- keluarga pasien mengatakan pasien tidak mau makan dan mual

DO :

– makan yang di berikan tidak habis

Menurunya nafsu makan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
4 DS :- keluarga pasien mengeluh pasien tidak bisa tidur

– keluarga pasien mengeluh pasien cemas

DO :

– pasien nampak gelisah

cemas Gangguan rasa nyaman

III. 3 Prioritas Diagnosa Keperawatan

  1. Peningkatan suhu tubuh
  2. Kurangnya cairan dan elekrolit/ dehidrasi
  3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
  4. Gangguan rasa nyaman

NO

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Perencanaan

Evaluasi

Intervensi

Implementasi

1. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh di tandai dengan :

DS:

-keluarga pasien mengatakan badannya panas sudah 6 hari

DO:

–  Suhu tubuh 38C pada saat di palpasi panas TU : Suhu tubuh kembali normal

TK : Menunjukkan tanda-tanda vital stabil-     observasi TTV

–     Anjurkan untuk kompres air hangat

–     Anjurkan pasien banyak minum

–     Anjurkan untuk memakai pakaian tipis dan menyerap keringat

–     Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi-      Mengobservasi TTV

–      Mengajurkan untuk kompres air hangat

–      Menganjurkan untuk banyak minum

–      Menganjurkan untuk memakai pakaian tipis dan menyerap keringat

–      Berkolaborasi dengan dokterS : Keluarga pasien mengatakan pasien masih panas

O : Suhu masih 38C

A : Masalah belum teratasi

P : Terapi lanjut

 

 

NO

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Perencanaan

Evaluasi

Intervensi

Implementasi

2. Kurangnya cairan elektrolit/ dehidrasi di tandai dengan :

DS:

-keluarga pasien mengatakan pasien tidak mau minum.

-Keluarga pasien mengatakan BAB cair

DO:

–  pasien nampak lemasTU : Kebutuhan cairan dan elektrolit terpenuhi.

TK :

-Menunjukkan tanda-tanda vital stabil

-Turgor kulit baik-     Observasi TTV

–     Anjurkan pasien banyak minum

–     Ukur keluaran urine dengan akurat

–     Berikan cairan infus

–     Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi-      Mengobservasi TTV

–      Menganjurkan untuk banyak minum

–      Mengatu tetesan infus

–      Berkolaborasi dengan dokterS : Keluarga pasien mengatakan pasien masih lemas

O : pasien tampak lemas

A : Masalah belum teratasi

P : Terapi lanjut

 

NO

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Perencanaan

Evaluasi

Intervensi

Implementasi

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan di tandai dengan :

DS:

-.Keluarga pasien mengeluh pasien tidak mau makan dan mual

– DO:

– Makanan yang di berikan tidak habis

– Pasien nampak lemasTU : Kebutuhan Nutrisi terpenuhi.

TK :

-Bebas dari Malnutrisi

-Nafsu makan meningkat

-Pasien tidak lemas-     Observasi TTV

–     Berikan makanan sesuai diit

–     Berikan kebersiha oral

–     Sediakan makanan dalam kondisi hangat.

–     Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi-      Mengobservasi TTV

–      Memberikan makanan sesuai diit

–      Berkolaborasi dengan dokterS : Keluarga pasien mengatakan pasien masih belum mau makan

O : pasien nampak lemas

A : Masalah belum teratasi

P : Terapi lanjut

 

NO

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Perencanaan

Evaluasi

Intervensi

Implementasi

4. Gangguan istirahat tidur di tandai dengan :

DS:

-.Keluarga pasien mengeluh pasien tidak bisa tidur

– Keluarga pasien mengeluh pasien cemas

DO:

– pasien tampak gelisahTU : Kebutuhan istirahat tidur terpenuhi.

TK :

-pasien bias tidur

-pasien tidak gelisah-     Observasi TTV

–     Atur posisi pasien sesuai kebutuhan

–     Batasi pengunjung pada waktu istirahat

–     Ciptakan suasana yang kondusif-      Mengobservasi TTV

–      Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan

–      Membatasi pengunjung pada waktu istirahat

–      Menciptakan suasana yang kondusif

S : Keluarga pasien mengatakan pasien masih lema belum bias tidur

O : pasien tampak  gelisah

A : Masalah belum teratasi

P :